Minggu, 08 April 2012

renungan "SYUKUR"



Mazmur 67
1 Untuk pemimpin biduan.
Dengan permainan kecapi.
Mazmur. Nyanyian. (67-2) Kiranya
Allah mengasihani kita dan memberkati
kita, kiranya Ia menyinari kita dengan
wajah-Nya, Sela
2 (67-3) supaya jalan-Mu dikenal di
bumi, dan keselamatan-Mu di antara
segala bangsa.
3 (67-4) Kiranya bangsa-bangsa
bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya
bangsa-bangsa semuanya bersyukur
kepada-Mu.
4 (67-5) Kiranya suku-suku bangsa
bersukacita dan bersorak-sorai, sebab
Engkau memerintah bangsa-bangsa
dengan adil, dan menuntun suku-suku
bangsa di atas bumi. Sela
5 (67-6) Kiranya bangsa-bangsa
bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya
bangsa-bangsa semuanya bersyukur
kepada-Mu.
6 (67-7) Tanah telah memberi hasilnya;
Allah, Allah kita, memberkati kita.
7 (67-8) Allah memberkati kita; kiranya
segala ujung bumi takut akan Dia!

Bila kita merenungkan mazmur Daud. Hal ini akan selalu mengingatkan kita untuk bersyukur dalam segala hal. Bersyukur berarti merasakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan dan mengakui bahwa apa yang kita dapatkan adalah karya Tuhan semata. Bersyukur teraplikasi dengan sikap kita terhadap diri sendiri. Misalnya mengerjakan saat Teduh dan menghargai diri sendiri, dan tidak hanya itu, bersyukur juga berarti mengakui karya Allah dalam pribadi orang lain. Syukur kepada Allah buat karyaNYA yang tidak terhingga itu. Allah ditinggikan di Tempay Yang Maha Tinggi. Seluruh bumi layak meninggikan Dia karena Dia semata_lah yang layak menerima Pujian syukur. Dalam keadaan apapun bersyukur_lah karena di dalam ucapan syukur kita kuasa Allah nyata sempurna.
Pujian syukur di hatiku
Karna ke3baikanNYa
Anugrah kasih melimpahlah
Sempurna dan kekal
Segala hormat bagi Raja
Allah yang memerintah,
yang berkuasa Atas s”galanya
Naikkan Pujian
Agungkanlah Nama-NYA
Sluruh bumi bersukacita
Mahsyurkanlah namaNYA
Berkuasa ajaib perbuatanNYa
S’lamanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar