Mazmur 67
1 Untuk
pemimpin biduan.
Dengan
permainan kecapi.
Mazmur.
Nyanyian. (67-2) Kiranya
Allah
mengasihani kita dan memberkati
kita,
kiranya Ia menyinari kita dengan
wajah-Nya,
Sela
2 (67-3)
supaya jalan-Mu dikenal di
bumi, dan
keselamatan-Mu di antara
segala
bangsa.
3 (67-4)
Kiranya bangsa-bangsa
bersyukur
kepada-Mu, ya Allah; kiranya
bangsa-bangsa
semuanya bersyukur
kepada-Mu.
4 (67-5)
Kiranya suku-suku bangsa
bersukacita
dan bersorak-sorai, sebab
Engkau
memerintah bangsa-bangsa
dengan adil,
dan menuntun suku-suku
bangsa di
atas bumi. Sela
5 (67-6)
Kiranya bangsa-bangsa
bersyukur
kepada-Mu, ya Allah, kiranya
bangsa-bangsa
semuanya bersyukur
kepada-Mu.
6 (67-7)
Tanah telah memberi hasilnya;
Allah, Allah
kita, memberkati kita.
7 (67-8)
Allah memberkati kita; kiranya
segala ujung
bumi takut akan Dia!
Bila kita merenungkan mazmur Daud. Hal ini akan
selalu mengingatkan kita untuk bersyukur dalam segala hal. Bersyukur berarti
merasakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan dan mengakui bahwa apa yang kita dapatkan
adalah karya Tuhan semata. Bersyukur teraplikasi dengan sikap kita terhadap
diri sendiri. Misalnya mengerjakan saat Teduh dan menghargai diri sendiri, dan
tidak hanya itu, bersyukur juga berarti mengakui karya Allah dalam pribadi
orang lain. Syukur kepada Allah buat karyaNYA yang tidak terhingga itu. Allah
ditinggikan di Tempay Yang Maha Tinggi. Seluruh bumi layak meninggikan Dia
karena Dia semata_lah yang layak menerima Pujian syukur. Dalam keadaan apapun
bersyukur_lah karena di dalam ucapan syukur kita kuasa Allah nyata sempurna.
Pujian syukur di hatiku
Karna ke3baikanNYa
Anugrah kasih melimpahlah
Sempurna dan kekal
Segala hormat bagi Raja
Allah yang memerintah,
yang berkuasa Atas s”galanya
Naikkan Pujian
Agungkanlah Nama-NYA
Sluruh bumi bersukacita
Mahsyurkanlah namaNYA
Berkuasa ajaib perbuatanNYa
S’lamanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar