Senin, 17 Juni 2013

SBMPTN 18 Juni 2013

SBMPTN 2013

    Hari ini, selasa, 18 Juni 2013 diadakan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Ujian ini dilaksanakan selama 2 hari dan 3 hari bagi beberapa jurusan yang membutuhkan uji kompetensi. Pilihan sudah ditentukan. tinggal mengisi soal-soal yang akan diujikan. 
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum ujian:

1. Persiapkan peralatan pokok yang dibutuhkan seperti pensil 2B, Papan ujian standar, penghapus, Kartu tanda peserta jangan sampai dilupakan karena itu persyaratan pokok.
2. Usahakan untuk sarapan, karena kesehatan yang paling utama. konsentrasi otak akan sejalan dengan gizi yang dikonsumsi. kalau bisa minumlah multivitamin.
3. Tenangkan pikiran dari masalah apapun yang sedang anda hadapi, masalah keluarga, keuangan atau apapun.
4. Mengatur waktu keberangkatan lebih awal karena jalanan pasti akan macet dari berbagai penjuru.
5. Berdoa sebelum ujian. Penyerahan total sebagai bukti telah siap di medan juang
6. Meyakini pilihan. Ini akan membangkitkan rasa Pede ketika ujian berlangsung.

   Semangat dan yakinkan dirimu.... kita tunggu hasilnya di 12 Juni 2013. 





*My Physics World*: Renungan HikMaT & KeBijaKsAnaAn

*My Physics World*: Renungan HikMaT & KeBijaKsAnaAn: 2 Tawarikh 1 1 Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allah...

*My Physics World*: Renungan HikMaT & KeBijaKsAnaAn

*My Physics World*: Renungan HikMaT & KeBijaKsAnaAn: 2 Tawarikh 1 1 Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allah...

Selasa, 11 Juni 2013

CERPEN



                                   KULEPAS, DEMI MASA DEPAN

“ Tau kah rumah yang kau tuju itu aaaaaaku”. Kutipan lagu Sheila on 7 itu tentunya sangat lekat di hati. Bagaimana tidak. Rumah adalah tempat untuk berbagai macam kondisi. Sehabis bepergian kemana-mana tentunya kita akan pulang ke rumah. Tidak peduli apakah kita sedang marah atau bahagia, tempat yang menjadi saksi semua duka dan suka adalah rumah. Teman hidup adalah “rumah” masa depan kita. Tidak peduli seberapa kali kita mengalami kekecewaan dan sakit hati, cinta sejati akan menjadi tempat terakhir yang paling mengerti.
Setiap perjalanan cinta setiap orang pasti berbeda-beda. Tidak akan ada yang sama. Menemukan orang yang menyayangi kita memang mudah. Tapi menemukan orang yang benar-benar mencintai kita adalah hal tersulit. Hanya setia dan percaya dengan hati pasti kita akan menemukan yang terbaik. Dewasa ini, melalui beberapa social networking sangat mudah menemukan orang yang enak diajak chatt, berteman dan ada yang akhirnya menjalin hubungan. Sudah tidak jarang. Kata-kata cinta di berbagai status mereka menunjukkan seolah-olah cinta itu hal yang mudah untuk dijalani. ada yang easy come easy going, selingkuh dan diselingkuh-in, dikecewakan dan berbunga-bunga.
Sebagai seorang pria, tentunya memiliki beban dan tanggung jawab yang besar untuk masa depan dan orang yang disayanginya. Begitulah yang (sedang) dikerjakan oleh Michael. Ia adalah sosok seorang pria yang baik, pintar dan bertanggungjawab.  Semenjak di wisuda dari salah satu universitas di Medan, ia pun langsung di terima di salah satu perusahaan Perkebunan Wilmar International Plantation, Kalimantan Barat. Nilainya cumlaude dan prestasinya di kampus, khususnya di Jurusan Pertanian menuai hasil yang bagus. Ia juga merupakan ketua di salah satu organisasi kampus. Putri, kekasihnya yang sangat disayanginya juga turut senang ketika mendengar bahwa Michael akan memulai karirnya. 4 Tahun mereka sudah menjalin hubungan. Banyak moment yang mereka lalui bersama. Tak jarang mereka terlihat jalan berdua. Mereka berasal dari kampus yang sama. Hanya fakultas yang berbeda, Michael jurusan Pertanian dan Putri jurusan akuntansi. Memang sangat mengesankan di pandangan mata. Latar belakang keluarga yang berbeda tidak membuat mereka terhalang memadu kasih. Michael orang yang setia, tidak pernah dia membiarkan Putri, wanita yang disayanginya itu bersedih. Ia akan selalu ada saat Putri membutuhkannya.
Berderai airmata, Putri akhirnya melepaskan Michael pergi mengadu nasib di rantau orang. Pulau yang belum pernah sama sekali ia injak. Terakhir kali ia hanya tau pulau itu dari peta Indonesia di atlas. Berat rasanya melepaskan kekasihnya itu. Seakan-akan kuat dengan keadaan dipeluknya Putri, kekasih yang teramat disayanginya. Berjuta Tanya di dalam hati namun ditepiskan dengan seraut senyum. Akhhh rasa-rasanya bumi runtuh di Bandar Polonia, momen paling mengharukan. Diusapnya airmata Putri dan berbisikkan kata “ sabar ya sayang, ini tidak lama, aku akan kembali untukmu, demi masa depan kita, percayalah”. Akhirnya Putri melepas pelukan itu sembari melambaikan tangan.

Selasa, 11 September 2012

cerpen " Jejak Cinta Sejati"


Nadya (ya… katakanlah Aku Nadya)
Cinta memang sulit untuk dipahami, ya sangat sulit untuk kupahami
Ketika kita mau menggunakan logika rasany
Nadya (ya… katakanlah Aku Nadya)
Cinta memang sulit untuk dipahami, ya sangat sulit untuk kupahami
Ketika kita mau menggunakan logika rasanya sulit untuk dijalankan. Dan ketika kita bawakan ke dalam perasaan itupun serasa akan hambar jika tanpa perbuatan. Yah…. Cinta memang keajaiban
4 Tahun sudah aku menjalin hubungan denganmu. Ya kamu wanita yang sangat kupuja selama ini. Akhirnya kandas di tengah jalan. Cinta yang terangkai dengan kata dan perbuatan kini harus kutelan pahit-pahit . hilang dalam sekejap diterbangkan angin yang tak tau datangnya dari arah mana. Bertahun-tahun kita bangun hubungan kita dengan usaha dan penyatuan karakter yang sulit untuk dijalani. Kamu selalu bilang “cinta itu butuh pengorbanan”. Betul dan memang begitulah seharusnya. Mengorbankan keegoan pribadi untuk mempertahankan benih-benih cinta yang kita ukir bersama. Semua orang mengatakan itu di awal.
Berlalunya waktu, maka akupun melanjutkan jejak-jejak kaki masa depan yang akan kita raih bersama. Ini pun kulakukan agar kelak kita bisa bersama membangun kehidupan yang akan kita hiasin dengan canda tawa tangis dan semua kita arungi bersama. Ya… aku harus mengatakan sejujurnya bahwa “Relakan kepergianku sejenak, aku pasti kembali” katamu dengan lembut bersama sapaan bintang malam yang seakan-akan menambah indahnya lukisan kata-kata itu terangkai di masa mendatang.
Dengan sejuta harapan, tangisan dan doa merelakan jejak-jejak kaki itu menambah jumlahnya satu persatu di tiap tikungan jalanmu. Aku bahagia. Kembalilah dan bawaku bersamamu.
****
“tetep semangat ya…. Berikan yang terbaik dalam hari-harimu dan pekerjaanmu… miss u”
Kata-kata penyemangat yang entah sudah berapa kali kukirim ke inboxmu. Seminggu ya masih kudapatkan balasan sms dan teleponmu.
****
“tetep semangat ya…. Berikan yang terbaik dalam hari-harimu dan pekerjaanmu… love u… balas dunk”
****
Begitu berulang kali… sepertinya sibuk?? GALAU?? Tidak punya pulsa kayaknya udah nggak zaman deh…. HADUHHH…. Aku pun ikut Galau
****
Bulan berganti bulan. Sepertinya respect itu tetap sama. Apa yang harus kuperbuat?? Mampukah aku bertahan bersama sebait doa dan komitmen yang serasa telah dikurung dalam terali besi yang teramat susah untuk dibuka??? Akh tak kuasa membendung airmata ini. Tersenyum dalam perihnya kesendirian. Rangkaian doa serasa tertimbun oleh awan kehidupan yang mendung dan mengepul. Aku harus bertahan. Bukankah dia sudah berjanji akan membahagiakanku?? Kata-kata itu terngiang kembali dalam ingatan dan khayal.
Dan akhirnya dalam kakiku yang tertatih tanpa uluran tanganmu kucoba melangkah memijak bumi yang penuh onak duri. Sendiri. Lebih tepat dikatakan hidup dalam kesendirian. Manalah mungkin ku kuat dan bertahan jika hatimu terus menjauh dari hidupku. Tidaklah mungkin kata-kata manis terangkai sempurna bernilai 100 jika tutur sapa dan hadirmu tidak mewarnai hari.
Cinta, ya entah itu cinta namanya. Aku berjalan dan terus menapaki dalam bayang-bayang masa depan cerahku. Ku lirik arloji tanganku yang terus berputar tanpa henti. Dan ternyata hari ini dia tidak beroperasi. Kucoba mengganti mesinnya dengan elemen baru yang benar-benar mampu menggerakkan jarum jamnya. Dan kuyakin mesin ini mampu menemani sepanjang detik-detik putarannya berlalu, siang malam dan jika memang sudah usang sesekali ku harus ganti baterainya agar kembali berotasi melalui lorong waktu.
Kubuka jendela kamarku, hari sudah cerah dan aku harus bangkit dan lanjutkan perjalanan kehidupanku yang belum sempurna. Tidak lupa ku kenakan arlojiku yang akan selalu setia mengingatkanku akan batas-batas waktuku dalam setiap kerja dan usaha. Kapan aku harus makan, kapan aku harus istirahat, kapan harus refreshing.
Cinta ternyata bukanlah rangkaian kata-kata sempurna berhiaskan bunga-bunga dan coklat menjadi satu bungkusan parcel yang indah. Cinta itu adalah kenyataan hidup dan untaian perbuatan nyata. Cinta adalah kehangatan kasih dan tutur kata yang sekalipun tidak lembut namun dapat menghasilkan momentum besar di lubuk hati yang terdalam. Cinta juga tidak akan dibatasi oleh ruang dan waktu namun dia akan selalu hadir dan berotasi bersama kita dalam lorong waktu. Cinta itu ibarat kumpulan batu-batu  kecil yang terkumpul dari berbagai penjuru, bersatu dan saling menopang dengan fondasi yang sangat kuat berdirilah istana megah. Megah bukan karena tinggi yang menjulang. Megah karena ada hati yang saling menjaga, saling menguatkan, saling menolong.
*Nadya…. Percayalah pada kata hatimu. Percaya juga akan Cintamu. Cinta yang kau tebarkan pada sesamamu akan membawamu pada cinta sejatimu”







Setitik asa tak kugubris kendati perlahan menghampiriku
Dalam sotoh yang sudah

a sulit untuk dijalankan. Dan ketika kita bawakan ke dalam perasaan itupun serasa akan hambar jika tanpa perbuatan. Yah…. Cinta memang keajaiban
4 Tahun sudah aku menjalin hubungan denganmu. Ya kamu wanita yang sangat kupuja selama ini. Akhirnya kandas di tengah jalan. Cinta yang terangkai dengan kata dan perbuatan kini harus kutelan pahit-pahit . hilang dalam sekejap diterbangkan angin yang tak tau datangnya dari arah mana. Bertahun-tahun kita bangun hubungan kita dengan usaha dan penyatuan karakter yang sulit untuk dijalani. Kamu selalu bilang “cinta itu butuh pengorbanan”. Betul dan memang begitulah seharusnya. Mengorbankan keegoan pribadi untuk mempertahankan benih-benih cinta yang kita ukir bersama. Semua orang mengatakan itu di awal.
Berlalunya waktu, maka akupun melanjutkan jejak-jejak kaki masa depan yang akan kita raih bersama. Ini pun kulakukan agar kelak kita bisa bersama membangun kehidupan yang akan kita hiasin dengan canda tawa tangis dan semua kita arungi bersama. Ya… aku harus mengatakan sejujurnya bahwa “Relakan kepergianku sejenak, aku pasti kembali” katamu dengan lembut bersama sapaan bintang malam yang seakan-akan menambah indahnya lukisan kata-kata itu terangkai di masa mendatang.
Dengan sejuta harapan, tangisan dan doa merelakan jejak-jejak kaki itu menambah jumlahnya satu persatu di tiap tikungan jalanmu. Aku bahagia. Kembalilah dan bawaku bersamamu.
****
“tetep semangat ya…. Berikan yang terbaik dalam hari-harimu dan pekerjaanmu… miss u”
Kata-kata penyemangat yang entah sudah berapa kali kukirim ke inboxmu. Seminggu ya masih kudapatkan balasan sms dan teleponmu.
****
“tetep semangat ya…. Berikan yang terbaik dalam hari-harimu dan pekerjaanmu… love u… balas dunk”
****
Begitu berulang kali… sepertinya sibuk?? GALAU?? Tidak punya pulsa kayaknya udah nggak zaman deh…. HADUHHH…. Aku pun ikut Galau
****
Bulan berganti bulan. Sepertinya respect itu tetap sama. Apa yang harus kuperbuat?? Mampukah aku bertahan bersama sebait doa dan komitmen yang serasa telah dikurung dalam terali besi yang teramat susah untuk dibuka??? Akh tak kuasa membendung airmata ini. Tersenyum dalam perihnya kesendirian. Rangkaian doa serasa tertimbun oleh awan kehidupan yang mendung dan mengepul. Aku harus bertahan. Bukankah dia sudah berjanji akan membahagiakanku?? Kata-kata itu terngiang kembali dalam ingatan dan khayal.
Dan akhirnya dalam kakiku yang tertatih tanpa uluran tanganmu kucoba melangkah memijak bumi yang penuh onak duri. Sendiri. Lebih tepat dikatakan hidup dalam kesendirian. Manalah mungkin ku kuat dan bertahan jika hatimu terus menjauh dari hidupku. Tidaklah mungkin kata-kata manis terangkai sempurna bernilai 100 jika tutur sapa dan hadirmu tidak mewarnai hari.
Cinta, ya entah itu cinta namanya. Aku berjalan dan terus menapaki dalam bayang-bayang masa depan cerahku. Ku lirik arloji tanganku yang terus berputar tanpa henti. Dan ternyata hari ini dia tidak beroperasi. Kucoba mengganti mesinnya dengan elemen baru yang benar-benar mampu menggerakkan jarum jamnya. Dan kuyakin mesin ini mampu menemani sepanjang detik-detik putarannya berlalu, siang malam dan jika memang sudah usang sesekali ku harus ganti baterainya agar kembali berotasi melalui lorong waktu.
Kubuka jendela kamarku, hari sudah cerah dan aku harus bangkit dan lanjutkan perjalanan kehidupanku yang belum sempurna. Tidak lupa ku kenakan arlojiku yang akan selalu setia mengingatkanku akan batas-batas waktuku dalam setiap kerja dan usaha. Kapan aku harus makan, kapan aku harus istirahat, kapan harus refreshing.
Cinta ternyata bukanlah rangkaian kata-kata sempurna berhiaskan bunga-bunga dan coklat menjadi satu bungkusan parcel yang indah. Cinta itu adalah kenyataan hidup dan untaian perbuatan nyata. Cinta adalah kehangatan kasih dan tutur kata yang sekalipun tidak lembut namun dapat menghasilkan momentum besar di lubuk hati yang terdalam. Cinta juga tidak akan dibatasi oleh ruang dan waktu namun dia akan selalu hadir dan berotasi bersama kita dalam lorong waktu. Cinta itu ibarat kumpulan batu-batu  kecil yang terkumpul dari berbagai penjuru, bersatu dan saling menopang dengan fondasi yang sangat kuat berdirilah istana megah. Megah bukan karena tinggi yang menjulang. Megah karena ada hati yang saling menjaga, saling menguatkan, saling menolong.
*Nadya…. Percayalah pada kata hatimu. Percaya juga akan Cintamu. Cinta yang kau tebarkan pada sesamamu akan membawamu pada cinta sejatimu”







Setitik asa tak kugubris kendati perlahan menghampiriku
Dalam sotoh yang sudah

Tulisan yang menang

TIGA TULISAN TERBAIK
(Berhak mendapatkan masing-masing 1 unit sepeda dan bingkisan menarik dari Harian KOMPAS)
TUJUH TULISAN FAVORIT
(Berhak mendapatkan bingkisan menarik dari Harian KOMPAS)
Bagi pemenang dipersilakan melakukan verifikasi akun dengan melengkapi data di Personal Info. Setelah verifikasi, kirim email pemberitahuan ke kompasiana[at]kompasiana[dot]com cc setiawan.dieki[at]gmail[dot]com dengan subyek “Pemenang  Women Fiesta″ paling lambat dua minggu setelah pengumuman ini.
Pihak KOMPAS.com & Harian KOMPAS akan menghubungi pemenang yang sudah melakukan verifikasi akun dan mengirimkan email untuk pengambilan hadiah.
Selamat buat para Pemenang! (DIN/RUL)