Jumat, 20 September 2013

The Sun Embracing The Moon


There are so many ways
To found you back at me
Although my night so dark
Without you  inside of me
***
You are my sun
I can feel it in your warm smile
Like sun embracing the moon
You hold me close
***
When I see mirror
In the corner of my room
I don’t want to see another face there
Except you, yea only you
My sun, my love
You make me glow
dynafrisca






INFO CPNS 2013


INFO CPNS 2013
Daftar Alamat / PO BOX Unit Kerja Penerima Formasi Tahun 2013
Daftar Alamat / PO BOX Unit Kerja Penerima Formasi Tahun 2013 dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa diunduh pada Daftar Alamat/POBOX berikut ini.
Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013
Kementerian Pendidikan dan Kubudayaan (Kemdikbud) Kembali membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kemdikbud dengan detail ketentuan bisa dilihat pada berkas pengumuman berikut (resolusi tinggi). Untuk berkas dengan resolusi rendah dengan ukuran berkas lebih kecil, silahkan unduh berkas pengumuman dengan resolusi rendah.

INFO CPNS 2013

INFO CPNS 2013

Daftar Alamat / PO BOX Unit Kerja Penerima Formasi Tahun 2013

Daftar Alamat / PO BOX Unit Kerja Penerima Formasi Tahun 2013 dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa diunduh pada Daftar Alamat/POBOX berikut ini.

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013

Kementerian Pendidikan dan Kubudayaan (Kemdikbud) Kembali membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kemdikbud dengan detail ketentuan bisa dilihat pada berkas pengumuman berikut (resolusi tinggi). Untuk berkas dengan resolusi rendah dengan ukuran berkas lebih kecil, silahkan unduh berkas pengumuman dengan resolusi rendah.

LAYAR TERKEMBANGLAH LAGI

Layar itu terkembang lagi
Memutar laju perahu tak berarah
Entahkah nahkodanya sudah tertidur pulas?
Yang kutau aku disini
Menanti sebuah keajaiban cinta
Yang  membawaku berlabuh ke seberang  sana
Kota indah beralaskan permadani

Masihku disini
Menunggumu dalam diam
Entah sampai kapanku bertahan
Jikalau akulah takdirmu? Kenapa hatiku masih bermimpi
Bahwa langit  itu adalah milik kita
Dan bumi ini saksi perjalanan cinta kita


Berhembuslah angin dari utara
Berhembuslah…
Bawalah kapalku ini kesana
Ketempat dimana ada cinta kasih
Yang dahulu begitu kuat kurasakan
Dan getarannya begitu dahsyat, sedahsyat gelombang laut ini
Layar terkembanglah lagi, ke kota indah beralaskan permadani

Selasa, 17 September 2013

Maya dan Nyata

Menapak jalan berkelok-kelok. Diperbatasan desa kumuh penuh misteri, bagaimana tidak misteri, rumah-rumah hampir tak layak disebut sebagai rumah. Tidak berjendela, halamannya penuh dengan barang-barang yang entah bekas atau malah masih layak pakai pun aku tak mampu membedakannya. Tidak beraturan. Gubuk derita, mereka menamakannya demikian. Mampir lah daku laksana pengembara letih pulang dari hutan belantara. Ternyata keadaan di luar rumah tak jauh beda. Segala sesuatunya tidak beraturan. Asal ada saja tempat tidur, dan 3 meter ke belakang tampaklah kuali dan sejenisnya memenuhi ruangan itu. Lirikanku tadi memastikan kata hatiku, ya benar, itu dapur. Sempat hati terguncang bagai letusan merapi. Masihkah ada tempat seperti ini ditengah megahnya negaraku yang telah sekian lama merdeka? Ini lebih-lebih di zaman penjajahan. Ohhh God!!! 

Betapa bangganya aku yang selama ini duduk diatas sofa empuk. Menghabiskan wakti-waktuku duduk dengan segelas the manis hangat dan beberapa bahan bacaan. Tak lupa alat elektronik miniku yang menghubungkanku dengan seluruh insane penghuni dunia. Disana di dunia yang maya telah banyak memayakan diriku yang tidak maya, ataukah bahkan sudah maya di dalam tindakan? Koneksi yang begitu luas hingga aku hanya dapat melihat tanpa menindak. Bagaimana mereka ini dan anak-anak mereka dapat merasakan arus globalisasi yang begitu kencang. Sedang untuk makan dan minum saja mereka sudah sangat bersyukur.   Akhh… kucubit kembali lenganku, aku tidak mimpi kan??

Senin, 16 September 2013

PUISI " PENGASIH PALSU "



PENGASIH PALSU
Silat lidah diatas bibir merah merona  bersinar
Kilaunya tak Nampak,
redup tertutupi kerut wajah yang kian mendung
Lihat…cinta dalam durjana dunia menutup matanya
Memutar haluan yang dia fokuskan dahulu
Lihat… tak sedikitpun geraknya lihai
Bukankah setiap gerakmu dulu adalah untaian doa yang kau yakini
Dibalik tidur malammu yang kau hiasi dalam mimpi-mimpimu
Atau malah sudah pupus, hangus

Toreh lebih dalam, makin dalam dan tenggelam
Menembus  ke tulang-tulang
Tiup lagi, kencang dan makin kencang
Menghempaskan indahnya lukisan senyum di raut wajahku ini
Teriak dan teriakkan lebih keras bual mu itu
Mungkin anggapanmu aku, Rakyat jelata yang tak mengerti apa-apa.